Dulu pernah ada peserta yang meminta kami mengisi formulir dari kampusnya. Formulir tersebut berisi pernyataan kesediaan untuk berpartisipasi dalam sebuah program. Dari asumsi kami, partisipasi tersebut kemungkinan juga mencakup peran sebagai sponsor yang mungkin memerlukan pengeluaran dana.
Atas permintaan tersebut, kami menolak dengan alasan:
- Kami pada dasarnya tidak memiliki rencana untuk terlibat dalam program semacam itu.
- Pengeluaran dana yang mungkin saja terjadi untuk kegiatan tersebut, tidak sesuai dengan prioritas dan fokus kami saat itu.
- Seluruh tim sudah memiliki tanggung jawab dan job desk masing-masing, dan tidak ada yang tersedia untuk menghadiri program tersebut.
Namun, peserta bersangkutan tetap bersikeras dan mengklaim bahwa jika pihak kami tidak menandatangani atau mengisi formulir tersebut, maka nilai magangnya tidak akan keluar dari pihak kampus.
Atas dasar itu, kami memberi penegasan bahwa kami tidak dapat memenuhi permintaan tersebut. Jika kami menuruti, justru akan menimbulkan masalah baru, membebani kami dengan hal-hal yang tidak berhubungan dengan visi misi kami, dan sama sekali tidak menguntungkan pihak kami.
Pembelajaran bagi kami adalah, apabila semua permintaan dari pihak universitas kami turuti, termasuk kasus seperti di atas, maka kami justru akan berada dalam situasi yang merugikan. Karena itu, kami menetapkan batas yang tegas mengenai apa saja yang bisa kami berikan, sekaligus menolak segala bentuk permintaan di luar apa yang telah kami tetapkan sebelumnya.
