Mengapa izin dengan keadaan penting tidak termasuk kategori izin yang sah?

Pertanyaan serupa:

  • Mengapa izin dengan keadaan penting (misalnya saudara sakit, sahabat menikah, dan sejenisnya) tidak termasuk kategori izin yang sah?
  • Mengapa saya tetap mendapatkan SPK meskipun keluarga saya masuk IGD?
  • Mengapa saya tidak diperbolehkan mengunjungi sahabat yang menikah, padahal itu momen sekali seumur hidup?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, perlu kami tegaskan bahwa: Kami tidak mendiskualifikasi peserta hanya karena mengajukan izin di luar kategori yang diperbolehkan.

Kami memahami bahwa beberapa kondisi bersifat sensitif dan sangat penting secara pribadi. Namun, alasan utama izin seperti itu tidak termasuk kategori yang sah adalah:

  1. Berpotensi disalahgunakan: Jika jenis alasan pribadi dibuka sebagai izin sah, maka variasinya akan sangat luas, dan potensi penyalahgunaan akan meningkat.
  2. Kategori izin yang kami perbolehkan sudah sangat luas. Pahami kembali hal ini dengan membaca pembelajaran: Prosedur Izin โ†’ Mengapa Kami Menerapkan Aturan Ini? โ†’ Izin dalam Dunia Kerja.
  3. Termasuk urusan luar (Urusan pribadi): Segala hal yang berada di luar hubungan antara peserta dengan pihak kami, tidak layak dicampurkan ke dalam kebijakan/ aturan/ pembahasan yang berlaku di sini.
    • Sebagai contoh; Misalnya, urusan pernikahan sahabat karib Anda, atau hal pribadi penting lain nya, hal semacam itu tidak berhubungan dengan kami.
    • Jika Anda tidak masuk karena urusan pribadi seperti itu -atau urusan pribadi sejenis- maka perhitungan nya adalah sederhana; Kami akan menganggap Anda tidak masuk (mangkir).
    • Apabila Anda mangkir, aturan akan diberlakukan sesuai prosedur yang ada -Terlepas dari bentuk alasan pribadi yang Anda miliki/ ajukan.

Sebagai penutup, kami tidak dapat memberikan respon/ komentar lain. Karena urusan pribadi seperti itu tidak berhubungan dengan kami.

    0 Komentar