Pemalsuan Dokumen Laporan Magang oleh Peserta SMK

Dalam dunia kerja, integritas adalah segalanya. Namun, apa jadinya ketika integritas diragukan, bahkan oleh para peserta magang dari sebuah institusi pendidikan? Inilah kisah yang hampir terjadi di Volunoid, yang mungkin menjadi peringatan bagi semua pihak.

 

Awal Mula Kasus

Rencana Magang Berkelompok

Ada enam siswa dari sebuah SMK Negeri di Kota Malang yang berencana untuk melakukan magang secara berkelompok di Volunoid. Mereka dikenal dengan inisial ADWE, CPH, RGF, FCEK, FBSW, dan satu lagi yang diketahui melanggar aturan sehingga dikeluarkan.

Eksklusi Salah Satu Anggota

Dari keenam siswa tersebut, siswa dengan inisial FBSW dikeluarkan karena pelanggaran berat, sehingga hanya tersisa lima siswa.

 

Upaya Manipulasi Laporan Magang

Permintaan Dokumen Laporan

Pada tanggal 3 Desember 2020, salah satu dari kelompok magang tersebut meminta dokumen Laporan Magang. Yang mengejutkan, mereka mencantumkan nama siswa yang sebelumnya dikeluarkan (FBSW) dalam laporan tersebut.

Pelanggaran yang Disengaja

Meskipun sudah diberitahu bahwa FBSW telah dikeluarkan, kelompok tersebut sengaja mencantumkannya. Meskipun setelah ditegur mereka mengubah laporan tersebut, potensi manipulasi masih ada. Mengingat stempel dan tanda tangan di lampiran bisa dengan mudah dipindahkan ke halaman lain.

 

Resiko Hukum yang Mungkin Terjadi

Ancaman Tuntutan Pemalsuan Dokumen

Ini bukanlah pelanggaran ringan, melainkan suatu tindakan yang disengaja. Jika suatu hari asumsi kami ini menjadi kenyataan, maka kami berhak menuntut mereka dengan tuduhan pemalsuan dokumen.

 


Sebagai institusi yang berintegritas, Volunoid berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap proses yang terjadi di dalamnya berjalan dengan benar dan adil. Kasus ini mungkin hanya sebuah asumsi, namun menjadi bukti penting tentang betapa pentingnya menjaga kepercayaan dan integritas dalam setiap tindakan.

Leave a Reply